|
|
|
|
|
Arsip Berita

Pamer Sedekah

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 262)

 

Mungkin sudah tak terhitung kita bersedekah (Shodaqoh). Amal sholeh ini langsung mengena pada orang yang membutuhkan. Namun, apakah semua itu dilakukan dengan ikhlas? Hanya Allah SWT yang tahu. Bisa jadi kita berusaha ikhlas memberi sesuatu kepada yang benar-benar  butuh, namun bila diiringi dengan menyebut-nyebut pemberian tersebut akan menjadi tak berarti. Sungguh sayang bila amal sholeh ini dikotori ulah kita sendiri.

 

Dalam ayat di atas, Allah Swt memuji orang-orang yang bersedekah dengan tulus ikhlas, tanpa menyakiti atau mengungkit jasanya terhadap orang yang diberinya. Menurut Ibnu katsir dalam tafsirnya, menyebutkan bahwa mannan adalah mengungkit ungkit pemberian  jasa. Sedangkan adza berarti gangguan penghinaan dan sebagainya.

 

Kedua sifat inilah yang dapat menggugurkan pahala sedekah karena siapa yang bersedekah dan selamat dari dua sifat itu, maka pahalanya dijamin oleh Allah. Orang seperti ini tidak punya rasa takut terhadap kengerian di hari kiamat, tidak pula merasa menyesal terhadap apa yang tertinggal di dunia.

 

Di ayat berikutnya, Allah SWT menyatakan, “Perkataan yang baik dan minta maaf itu lebih baik daripada sedekah yang disertai gangguan penghinaan, dan Allah Maha Kaya lagi maha Sabar”. (Al-Baqarah : 263)

 

Di sana ada kalimat qaulun ma'ruf  yaitu kalimat yang baik dan doa bagi orang muslim. Dan minta maaf itu lebih baik daripada bersedekah yang diikuti dengan mengungkit-ungkit atau penghinaan.

 

Senada dengan ayat-ayat di atas, dalam sebuah hadist, Abu Dzar ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Tiga macam orang yang tidak diajak bicara oleh Allah di hari kimat, bahkan tidak akan melihat dengan rahmat pada mereka, dan tidak dibersihkan (dibebaskan) mereka, dan untuk mereka siksa yang sangat pedih. 1. Orang yang selalu mengungkit-ungkit pemberian 2. Orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki. 3. Orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu”. (HR. Muslim)

 

Sebagaimana batalnya sedekah yang diniatkan riya', demikian pula batal sedekah orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya. Atau, bisa pula melecehkan dan menghina kepada orang yang diberi sedekah. Sebab orang yang berbuat karena riya' itu hanya dikenal sebagai dermawan dan ingin dipuji orang. Tak ada keridhaan Allah terhadap perbuatan seperti itu.

Allah SWT memberikan perumpamaan orang bersedekah untuk riya' atau mengungkit, serta menghina, bagaikan batu marmer yang halus, ada tanah di atas, tiba-tiba ada hujan lebat. Batu pun kembali menjadi licin. Demikianlah amal perbuatan orang yang tidak ikhlas –tidak mendapatkan apa-apa di sisi Allah.

Kita harus berhati-hati bila gelagat pamer mulai merusak hati. Tak terkendali bakal tergelincir. Semuanya bakal merusak dan menjadi tak berarti. Untuk itu bentengi hati saat bersedekah. Dengan pamer, mana mungkin Allah SWT memberikan pahala sedekah yang telah dijanjikan.

Wallahu 'alam

 

Nishab

Infaq/Shadaqah

Zakat Fitrah

Zakat Emas/Perak

Zakat Perdagangan

Zakat Pendapatan

Zakat Pertanian/Perkebunan

Zakat Perternakan/Perikanan

Zakat Pertambangan

Rikaaz

Pertanyaan


BOLEHKAH ZAKAT PERTANIAN DI JUAL OLEH AMIL KEMUDIAN DIBERIKAN UANG KEPADA MUSTAHIK..DIMANA DALAM PENJUALAN BELUM SE IZIN MUZAKKI



Kirim Pertanyaan


 
  • Bank Mandiri Syariah
    No. Rek. 431.0002.29.9

  • BRI Unit Meureudu
    No. Rek. 3970-01-000174-30-4

  • Bank Aceh Cabang Meureudu
    No. Rek. 085.01.02.590109-2
    No. Rek. 085.01.02.590110-9

 
 
Copyright © 2011. Baitul Mal Kabupaten Pidie Jaya - All Rights Reserved
Jalan Iskandar Muda (Kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya)
email : admin@baitulmalpidiejaya.or.id